Mencari Keadilan

Mencari keadilan adalah topik yangs ering diperbincangkan oleh umat manusia. Keadilan sendiri menjadi perbincangan yang hangat di Indonesia saat ini. Ketika Gayus Tambunan divonis 7 tahun penjara atas kejahatannya dalam kasus mafia pajak.

Keadilan juga menjadi nama partai di Indonesia. Keadilan mempunyai landasan yang berbeda-beda bagi tiap orang. Ada orang yang cenderung berpihak kepada keadilan menurut “perasaan” nya saja. Mereka itulah orang yang ego nya tinggi atau malah keseringan menuntut hak daripada pekerjaannya.

Ada orang yang memikirkan keadilan berdasarkan logika atau rasionya. Mungkin ini benar atau mungkin ini salah berdasarkan logika berpikirnya. Kadang logikanya tajam, setajam silet, kadang beralur sederhana, yaa kalau tidak X berarti Y atau sebaliknya.

Juga ada yang berpikir tentang keadilan berdasarkan legal fomal, ini biasanya para penegak hukum. Politikus berpikir keadilan sebagai relativitas. Tergantung pada… depend on…. dan seterusnya.  Pencitraan, Massa, Media Massa, mungkin adalah hal yang penting bagi mereka. tapi TIDAK penting bagi rakyat jelata yang seringkali menahan lapar dan kelaparan.

Din Syamsuddin Ingin Agar Indonesia Chaos. begitu kira-kira bunyi spanduk di atas jembatan busway Gelora Bung Karno. Spanduk itu jelas merupakan spanduk terlarang, karena tidak membayar retribusi pemasangan spanduk. tandanya adalah tidak ada cap dari dinas terkait di pemerintahan DKI Jakarta. Spanduk itu harus cepat-cepat diturunkan. Kalau memang Pemda DKI berwibawa dan berkuasa mengatur tulisan di ruang publik. Seperti juga spanduk dukungan terhadap Nurdin Halid di atas halte busway GOR Sumantri Kuningan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

motivasi

Motivasi merupakan hal yang penting dalam perilaku organisasi, istlah ini memiliki berbagai sebutan lain seperti :
 need (kebutuhan)
 aspiration (aspirasi)
 desire (keinginan)
Dapat dikatakan bahwa studi tentang tentang motivasi mencoba menjawab pertanyaan “mengapa” sehubungan dengan perilaku manusia
• proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia ke arah pencapaian suatu tujuan (Greenberg & Baron. 1993: 114)
proses motivasi dapat digambarkan sebagai berikut :
kebutuhan – ketegangan (kekuatan yang memotivasi – Pengurangan tegangan, dan – -analisis

Konsep Dasar Motivasi
• Menurut Sigmund Freud : motivator utama manusia adalah libido*, yaitu daya tarik seksual pada manusia. Teori ini cenderung memberikan perhatian pada aspek jasmaniah semata

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi, yang erkaitan dengan matakuliah Perilaku Organisasi adalah sebagai berikut :
• kondisi fisik lingkungan kerja
• kondisi sosial lingkungan kerja
• keterpenuhan kebutuhan dasar individu

Teori-teori tentang Motivasi menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya Organizational Behavior :
• Teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow (Menurut teori ini manusia memiliki lima hirarki kebutuhan yaitu fisiologis, keamanan, afeksi, penghargaan, dan aktualisasi diri)
• Teori X dan Y (Douglas Mc Gregor). Teori ini memandang manusia dari dua arah, megatif dan positif. Menurut pandangan negatif (Teori X) manusia bekerja dalam keadaan terpaksa, manusia tidak suka bekerja dan menghindarinya, manusia suka menghindari tanggungjawab, dan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain. Sedangkan teori Y menyatakan manusia bekerja secara alamiah, sama seperti istrahat dan bermain, manusia memiliki sifat pengarahan diri dan introspeksi dalam memperoleh hasil, belajar menerima,mengusahakan dan tanggungjawab, dan mampu membuat keputusan.
• Teori 2 Faktor (Frederick Herzberg). Menurut teori ini Faktor-faktor intrinsic berhubungan dengan kepuasan kerja dan faktor-faktor ekstrinsik berhubungan dengan ketidakpuasan. Ada faktor-faktor yang apabila memadai, dalam pekerjaan tertentu, menentramkan karyawan, namun ila tidak ada akan menyebabkan ketidakpuasan, dsebut dengan faktor hygiene
• Teori ERG (Clayton Alderfer) ada tiga kelompok kebutuhan inti : eksistensi, keterhubungan dan pertumbuhan. Teori ini merupakan pengembangan dari teori A. Maslow.
• Teori Kebutuhan (David McClelland) ada tiga kebutuhan dasar manusia yaitu Need for Achievement, need for Power, and need for Affiliation or nAch, nPow, and nAff)
– kebutuhan akan prestasi : dorongan untuk unggul, untuk berprestasi berdasar seperangkat standar, untuk berupaya keras untuk meraih sukses/.
– Kebutuhan akan kekuasaan: kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu tatacara yang sedemikian rupa sehingga mereka tidakakan berperilaku sebaliknya.
– Kebutuhan akan pertemanan (Hasrat untuk hubungan pribadi yang ramah dan akrab.
• Teori Penetapan – Sasaran (Edwin Locke): Teori bahwa sasaran yang khusus dan sulit akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. Pada teori ini dikenal Keefektifan diri yaitu keyakinan individu bahwa ia mampu melakukan tugas tertentu meripakan faktor penting selain dari budaya dan komitmen sasaran.
• Teori Penguatan (Reinforcement theory). Merupakan teori behavioristik yang menyatakan bahwa penguatanlah yang membentuk perilaki
• Teori Flow (Hanyut) dan Motivasi Intrinsik : Terjadketika kita merasakan adanya onsentrasi absolut ketika sedang melakukan kegiatan tertentu sehingga melupakan sekitarnya, dikatakan juga on the mood atau ”dalam zona”.

Kita sudah mengetahui beragamnya teori tentang motivasi, membuat kita bingung untuk mengaopsinya, yang mana yang benar ? Kalau kita perhatikan setiap teori mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun dalam kesempatan ini saya sampaikan, untuk memberikan motivasi, maka kita harus memiliki kejelasan terkait dengan kondisi, lingkungan, dan budaya yang ada pada organisasi yang kita ikuti

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Manusia sebagai Makhluk Budaya

Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan konsep kesetaraan dan keragaman. Konsep kesetaraan (equity) bisa dikaji dengan pendekatan formal dan pendekatan substantif. Pada pendekatan formal kita mengkaji kesetaraan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, baik berupa undang-undang, maupuin norma, sedangkan pendekatan substantif mengkaji konsep kesetaraan berdasarkan keluaran / output, maupun proses terjadinya kesetaraan. Konsep kesetaraan biasanya dihubungkan dengan gender, status, hirarki sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan-perbedaan serta persamaan-persamaan. Sedangkan konsep keragaman merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kalau kita perhatikan lebih cermat, kebudayaan Barat dan Timur mempunyai landasan dasar yang bertolak belakang. Kalau di Barat budayanya bersifat antroposentris (berpusat pada manusia) sedangkan Timur, yang diwakili oleh budaya India, Cina dan Islam, menunjukkan ciri teosentris (berpusat pada Tuhan. Dengan demikian konsep-konsep yang lahir dari Barat seperti demokrasi, mengandung elemen dasar serba manusia, manusia-lah yang menjadi pusat perhatiannya. Sedangkan Timur mendasarkan segala aturan hidup, seperti juga konsep kesetaraan dan keberagaman, berdasarkan apa yang diatur oleh Tuhan melalui ajaran-ajarannya. Penilaian atas realisasi kesetaraan dan keragaman pada umat manusia, khususnya pada suatu masyarakat, dapat dikaji dari unsur-unsur universal kebudayaan pada berbagai periodisasi kehidupan masyarakat.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Manusia, Kesetaraan dan Keberagaman

Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan konsep kesetaraan dan keragaman. Konsep kesetaraan (equity) bisa dikaji dengan pendekatan formal dan pendekatan substantif. Pada pendekatan formal kita mengkaji kesetaraan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, baik berupa undang-undang, maupuin norma, sedangkan pendekatan substantif mengkaji konsep kesetaraan berdasarkan keluaran / output, maupun proses terjadinya kesetaraan.

Konsep kesetaraan biasanya dihubungkan dengan gender, status, hirarki sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan-perbedaan serta persamaan-persamaan. Sedangkan konsep keragaman merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kalau kita perhatikan lebih cermat, kebudayaan Barat dan Timur mempunyai landasan dasar yang bertolak belakang. Kalau di Barat budayanya bersifat antroposentris (berpusat pada manusia) sedangkan Timur, yang diwakili oleh budaya India, Cina dan Islam, menunjukkan ciri teosentris (berpusat pada Tuhan.

Dengan demikian konsep-konsep yang lahir dari Barat seperti demokrasi, mengandung elemen dasar serba manusia, manusia-lah yang menjadi pusat perhatiannya. Sedangkan Timur mendasarkan segala aturan hidup, seperti juga konsep kesetaraan dan keberagaman, berdasarkan apa yang diatur oleh Tuhan melalui ajaran-ajarannya.

Penilaian atas realisasi kesetaraan dan keragaman pada umat manusia, khususnya pada suatu masyarakat, dapat dikaji dari unsur-unsur universal kebudayaan pada berbagai periodisasi kehidupan masyarakat.

1 Comment

Filed under Uncategorized

Konsep Waktu, Perubahan dan Kebudayaan

WAKTU
 PENGERTIAN SEJARAH
 GUNA SEJARAH
 TUGAS SEJARAH BERKAITAN DENGAN WAKTU

KONSEP PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 PENGERTIAN
 FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 FAKTOR – FAKTOR PENOLAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

KONSEP KEBUDAYAAN
 PENGERTIAN
 UNSUR – UNSUR
 WUJUD KEBUDAYAAN

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab “Syajara”, artinya terjadi. Sedangkan kata “Syajaratun” artinya pohon kayu yang terus menerus tumbuh dari bumi ke udara yang mempunyai cabang, dahan, dan daun, bunga serta buah.

Menurut Muhammad Yahmin di dalam kata sejarah tersirat makna pertumbuhan atau kejadian. Secara etimologis makna kata sejarah adalah tumbuh, hidup, berkembang, dan bergerak terus menerus dan akan berjalan terus sepanjang masa.Selain kata sejarah dalam bahasa Arab ada kata-kata yang artinya hampir sama yaitu kata “silsilah” yang pada umumnya menunjuk pada keluarga. Misalnya, prasasti Kedu menceritakan silsilah raja-raja Mataram Kuno (Hindu). Kata “kisah” dalam bahasa Arab menunjuk pada masa lampau yang merupakan cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi, misalnya kisah Nabi Nuh dengan perahunya.

Dalam bahasa Belanda yaitu “geschiedenis” (dari kata geschieden yang berarti terjadi). Dalam bahasa Jerman “geschichte” (dari kata geschiehen yang berarti terjadi). Dalam bahasa Inggris “history” (berasal dari bahasa Yunani historia yang berarti apa yang diketahui karena penyelidikan) atau mengandung arti belajar dengan cara bertanya.

Menurut Aristoteles seorang filsuf Yunani kata historia berarti penelaahan secara sistematis mengenai seperangkat gejala alam tanpa mempersoalkan susunan kronologisnya.

 Menurut Ismaun, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan tentang rangkaian kejadian yang berkausalitas pada masyarakat dengan segala aspeknya serta proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sampai sekarang yang berguna bagi pedoman kehidupan masyarakat masa sekarang serta sebagai arah cita-cita masa depan.
 Menurut Muhammad Yamin, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang pada umumnya berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda lain.
 James Bank, sejarah adalah semua peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang (tujuan-tujuan baru pendidikan sejarah).

Menurut Kuntowijoyo, sejarah dapat diartikan dua macam yaitu:
a. Sejarah dalam arti negatif
b. Sejarah dalam arti positif

SEJARAH DALAM ARTI NEGATIF
1) Sejarah itu bukan mitos
2) Sejarah itu bukan filsafat
3) Sejarah bukan ilmu alam
4) Sejarah itu bukan sastra

B. SEJARAH DALAM ARTI POSITIF
 Sejarah adalah ilmu tentang manusia
 Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
 Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya, dan terencana.
 Sejarah adalah imu tentang waktu

GUNA SEJARAH
 guna intrinsik dan
 guna ekstrinsik.

GUNA INTRINSIK TERDIRI ATAS:
 Sejarah sebagai ilmu
 Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
 Sejarah sebagai pernyataan pendapat

GUNA EKSTRINSIK
 Pendidikan moral
 Sejarah sebagai pendidikan perubahan
 Sejarah sebagai pendidikan keindahan

TUGAS SEJARAH BERKAITAN DENGAN WAKTU
Karena dalam sejarah dipelajari bagaimana manusia berinteraksi sepanjang waktu yang dialaminya. Dalam sejarah misalnya, dikenal periodisasi

 Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mencakup semua unsur kebudayaan, misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain-laintermasuk perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial.
 Menurut Taylor, mengemukakan bahwa kebudayaan adalah suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, norma, hukum, adat istiadat serta kebiasaan dari manusia sebagai warga masyarakat. Perubahan kebudayaan adalah setiap perubahan dari semua unsur kebudayaan tersebut.
 Menurut Gillin dan Gillin, mengatakan bahwa perubahan sosial budaya merupakan variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
 Selo Sumardjan, perubahan sosial budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya terjadi secara terus menerus dari dahulu, sekarang, dan di masa yang akan datang. Perubahan sosial budaya tidak dapat dipisahkan, karena kebudayaan berasal dari masyarakat dan masyarakat tidak mungkin tanpa adanya kebudayaan.

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA FAKTOR INTERNAL
 Bertambah dan berkurang penduduk
 Penemuan-penemuan baru
 Pertentangan (konflik) dalam masyarakat

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA FAKTOR EKSTERNAL
 Lingkungan fisik
 Peperangan
 Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MASYARAKAT MENOLAK ADANYA PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 Masyarakat merasa ragu-ragu, atau curiga terhadap sesuatu hal yang baru yang dianggap sebagai sesuatu hal yang bersifat negatif.
 Kurangnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat terhadap sesuatu yang baru tersebut, sehingga mereka menolak.
 adanya kecenderungan untuk tetap menyukai, memelihara sesuatu hal yang lama membuat inovasi terhalang

Kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta “buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari “buddh”i yang berarti budi atau akal. Dengan demikian secara sederhana kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal (Koentjaraningrat, 1979:195).
Dalam bahasa asing lainnya terdapat kata culture merupakan bahasa Inggris, cultuur dalam bahasa Belanda, kultur dalam bahasa jerman yang semuanya itu sama artinya dengan kebudayaan.

Kata-kata itu berasal dari kata Latin “colere” yang mempunyai arti mengolah, mengerjakan, terutama mengolah tanah atau bertani.

Berdasarkan kata-kata tersebut, maka kebudayaan adalah segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan merubah alam guna memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

 Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan itu keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
 Menurut Ki Hadjar Dewantara, Kebudayaan berarti buah budi manusia yaitu hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai tantangan dalam hidup dan penghidupannya, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
 Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas, sebab semua perilaku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk di dalamnya perasaan, karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran.
 Menurut C. A. van Peursen, mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang berlainan dengan hewan, maka manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah alam. Oleh karena itu, untuk dapat hidup manusia harus mengubah segala sesuatu yang telah disediakan oleh

SECARA UMUM JUGA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA KEBUDAYAAN MEMPUNYAI CIRI-CIRI
SEBAGAI BERIKUT:

 kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat;
 kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi secara non genetis, tetapi diperoleh manusia melalui proses belajar;
 kebendaan kebudayaan dapat berupa gagasan, tindakan, dan hasil karya yang berbentuk material;
 kebudayaan sifatnya dinamis;
 kebudayaan dibutuhkan oleh manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
(CLYDE KLUCKHOHN ADA TUJUH UNSUR KEBUDAYAAN YANG UNIVERSAL)
 Bahasa
 Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia atau sistem teknologi
 Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi
 Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial atau sistem sosial
 Sistem pengetahuan
 Sistem religi (kepercayaan)
 Sistem kesenian

WUJUD KEBUDAYAAN
 Sistem budaya (cultural system)
 Sistem sosial (social system)
 Berupa kebudayaan fisik

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Individu, Masyarakat dan Negara

Individu, masyarakat dan Negara menjadi kajian dalam IPS karena dalam kehidupan sehari-hari ketiga aspek tersebut melingkupi kita.

Individu berasal dari bahasa latin individuum yang artinya yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Dalam kenyataannya individu merupakan seseorang yang unik karena tidak ada individu yang benar-benar sama. Orang yang kembar identik pun, yang berasal dari satu sel telur, tidak memiliki kepribadian yang sama, karena mereka adalah individu masing-masing yang mempunyai pengalaman, sifat, karakter, pembawaan, naluri, nafsu dan berbagai kepribadian lainnya yang berbeda-beda.
Ketika seorang individu berada di masyarakat, ada tiga kemungkinan yang terjadi: menyimpang dari norma kolektif, kehilangan individualitasnya atau takluk terhadap kolektif dan mempengaruhi masyarakat sebagai seorang pahlawan atau sebagai pengacau.

Dalam mengenal individu terdapat beberapa teori, salahsatu teori yang terkenal adalah teori dari Sigmund Freud (1856-1939). Menurut teori tersebut pada diri manusia ada id, ego, dan super ego. Id adalah : “es” (jiwa adalah ibarat gunung es di tengah laut), sedangkan ego adalah “aku” bertugas melaksanakan dorongan-dorongan ”id” tanpa bertentangan dengan tuntutan dan kenyataan dari super ego. Superego adalah kata hati, conscience, berhubungan dengan lingkungan sosial dan punya nilai-nilai moral sehingga menjadi control terhadap dorongan yang datang dari Id.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia bersosialisasi, manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup tanpa adanya manusia lainnya. Bayangkan bagaimana jadinya seorang manusia yang hidup terpencil, terisolasi, dan tidak memperoleh sentuhan kasih sayang dari manusia lainnya. Manusia cenderung kepada kebaikan, karena manusia diciptakan dengan fitrah, kecenderungan untuk kebaikan, sehingga dalam kisah Hayy Ibn Yaqdzan, manusia dapat mengetahui keberadaan Tuhan pencipta semesta dengan optimalisasi kekuatan akal dan pikirannya.

Dalam kehidupan manusia dikenal istilah keluarga, komunitas, dan masyarakat. Keluarga adalah sistem sosial manusia yang paling kecil. Pada keluarga terdapat beberapa fungsi antara lain : fungsi seksual, reproduksi, sosialisasi, penempatan anak dalam masyarakat, pemuas kebutuhan perseorangan, fungsi pemeliharaan, dan kontrol sosial, demikian diungkapkan oleh William J. Goode (1983)

Komunitas adalah satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memiliki cirri-ciri : territorial yang terbatas, keorganisasian tata hidup bersama, dan berlakunya orientasi nilai kolektif (Poplin, 1960). Wilayah dapat dipandang sebagai sesuatu yang subjektif dan objektif karena bias menempus batas-batas administratif yang ditentukan oleh pemerintah secara formal. Pada saat ini komunitas hobi bahkan dapat berkumpul secara lintas Negara melalui media internet.

Masyarakat adalah lingkungan sosial yang bersifat makro. Aspek teroterium kurang ditekankan namun aspek keteraturan dan wawasan hidup kolektif memperoleh bobot yang lebih besar. Masyarakat terdiri dari beragam komunitas, masyarakat juga merupakan gabungan dari individu-individu, lembaga dan berbagai macam keluarga.

Negara adalah nasion, berasal dari kata natie, menurut Ernest Renan (1832-1892), adalah suatu jiwa, suatu asas spiritual, suatu solidaritas yang terbentuk oleh perasaan yang timbul sebagai akibat pengorbanan-pengorbanan yang telah dibuat dan yang di masa depan bersedia dibuat lagi. Hubungan antara individu dengan Negara direpresentasikan sebagai warga negara.

Bahan Pustaka :
M. Munandar Soelaeman. 2005. Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung : Refika Aditama

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Pendidikan IPS : Sejarah Singkat

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pembahasan IPS akan terkait pula dengan Hakekat Ilmu. Ilmu, dalam kerangka akademik dapat dibagi menjadi tiga golongan besar yaitu : ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora.

IPS bukanlah disiplin ilmu, IPS merupakan program pembelajaran yang terpilih dari berbagai disiplin ilmu sosial, dibantu dengan ilmu pendidikan serta ilmu psikologi yang bertujuan untuk membantu tumbuh kembang siswa secara social,s ehingga mereka mampu menjadi warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia yang baik. Berikut beberapa definisi tentang ilmu social. Menurut Achmad Sanusi “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertarap akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”. Sedangkan menurut Gross (Kosasih Djahiri,1981.h.1), Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk. Nursid Sumaatmadja, menyatakan bahwa Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut NCSS, IPS atau Social Studies didefinisikan sebagai berikut :
social studies is the integrated study of the science and humanities to promote civic competence. Whitin the school program, socisl studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good as citizen of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world. (www.ncss.org.)

Untuk pertama kali Social Studies diperkenalkan di kota Rugby, Inggris, tahun 1827. Yang berjasa memasukkan ke dalam kurikulum sekolah adalah Dr Thomas Arnold, direktur sekolah itu. Yang melatarbelakangi adalah keadaan masyarakat Inggris setengah abad sesudah revolusi industri. Masyarakat Inggris mengalami dekadensi moral setelah terjadi Revolusi Industri. Social Studies menjadi bagian dalam proses rehumanisasi masyarakat Inggris. Sedangkan di Amerka Serikat Social Studie mulai didengungkan di negara bagian Wisconsin. Sesudah Perang Saudara (1861-1865) keadaan masyarakat tidak langsung tenteram. Keadaan diperberat karena masyarakat AS yang amat majemuk. Orang AS masih traumatis akan terjadinya perang lagi. Para pendidik memikirkan bagaimana dapat diciptakan suatu harmoni di masyarakat majemuk. Selain itu juga adanya perbedaan sosial ekonomi yang sangat tajam. Para pakar kemasyarakatan dan pendidikan berusaha keras untuk menjadikan penduduk yang multi ras tersebut menjadi merasa satu bangsa yaitu bangsa Amerika. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memasukkan social studies ke dalam kurikulum sekolah di negara bagian Wisconsin pada tahun 1892. Setelah dilakukan penelitian, maka pada awal abad 20, sebuah Komisi Nasional dari The National Education Association memberikan rekomendasi tentang perlunya social studies dimasukkan ke dalam kurikulum semua sekolah dasar dan sekolah menengah Amerika Serikat. Adapun wujud social studies ketika lahir merupakan semacam ramuan dari mata pelajaran sejarah, geografi dan civics.

Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia sangat berbeda dengan di Inggris dan Amerika Serikat. Pertumbuhan IPS di Indonesia tidak terlepas dari situasi kacau, termasuk dalam bidang pendidikan, sebagai akibat pemberontakan G30S/PKI, yang akhirnya dapat ditumpas oleh Pemerintahan Orde Baru. Setelah keadaan tenang pemerintah melancarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pada masa Repelita I (1969-1974) Tim Peneliti Nasional di bidang pendidikan menemukan lima masalah nasional dalam bidang pendidikan.
1. Kuantitas, berkenaan dengan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.
2. Kualitas, menyangkut peningkatan mutu lulusan
3. Relevansi, berkaitan dengan kesesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.
4. Efektifitas sistem pendidikan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.
5. Pembinaan generasi muda dalam rangka menyiapkan tenaga produktif bagi kepentingan pembangunan nasional.

Dalam lingkup yang lebih luas, kemudian pemerintah memberlakukan kurikulum 1975 bagi semua sekolah dasar dan sekolah menengah. Dalam kurikulum ini tercantum bidang studi IPS, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Secara singkat IPS diartikan sebagai bidang studi kemasyarakatan secara terpadu (integrasi). Untuk SD, IPS merupakan perpaduan mata pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi, untuk Sekolah Menengah Pertama sejarah, ekonomi, geografi ditambah kependudukan dan koperasi, sedangkan untuk SMA sejarah, geografi dan ekonomi, kependudukan, koperasi ditambah tata buku dan hitung dagang.

Pada kurikulum 1984, pengajaran IPS terpadu hanya dilaksanakan di SD, sedangkan di Sekolan Menengah Pertama (SMP) digunakan pendekatan IPS Terkait (korelasi), dan untuk SMA Atas tidak lagi dikenal IPS terpadu , melainkan diajarkan secara terpisah. Maka muncullah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, antropologi-sosiologi, dan tata negara yang berdiri sendiri.
Pada periode berikutnya, pemerintah memberlakukan kurikulum baru lagi yaitu kurikulum l994. menurut kurikulum 1994, program pengajaran IPS di sekolah dasar terdiri dari IPS terpadu dan sejarah nasional. IPS terpadu adalah pengetahuan yang bersumber dari geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan ilmu politik yang mengupas tentang berbagai kenyataan dan gejala dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sejarah nasional adalah pengetahuan mengenai proses perkembangan masyarakat Indonesia dari masa lampau sampai dengan masa kini.

Pada tahun 2004, pemerintah melakukan perubahan kurikulum kembali yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam kurikulum SD, IPS berganti nama menjadi Pengetahuan Sosial. Pengembangan kurikulum Pengetahuan Sosial merespon secara positif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran Pengetahuan Sosial dengan keadaan dan kebutuhan setempat. Kompetensi Pengetahuan Sosial menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penguasaan kecakapan hidup, penguasaan prinsip-prinsip sosial, ekonomi, budaya, dan kewarganegaraan sehingga tumbuh generasi yang kuat dan berakhlak mulia.

Pengajaran IPS (social studies), sangat penting bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah karena siswa yang datang ke sekolah berasal dari lingkungan yang berbeda-beda. Pengenalan mereka tentang masyarakat tempat mereka menjadi anggota diwarnai oleh lingkungan mereka tersebut. Sekolah bukanlah satusatunya wahana atau sarana untuk mengenal masyarakat. Para siswa dapat belajar mengenal dan mempelajari masyarakat baik melalui media massa, media cetak maupun media elektronika, misalnya melalui acara televisi, siaran radio, membaca koran.

Agar pengenalan tersebut dapat lebih bermakna, maka bahan atau informasi yang masih umum dan samar-samar tersebut perlu disistematisasikan. Dengan demikian sekolah mempunyai peranan kedudukan yang penting karena apa yang telah diperoleh di luar sekolah, dikembangkan dan diintegrasikan menjadi sesuatu yang lebih bermakna di sekolah, sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan siswa.
1. Mensistematisasikan bahan, informasi, dan atau kemampuan yang telahdimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna.
2. Lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial secara rasional dan bertanggung jawab.
3. Mempertinggi rasa toleransi dan persaudaraan di lingkungan sendiri dan antar manusia.

Pada haikatnya, pengetahuan Sosial sebabagi suatu mata pelajaran yang menjadi wahana dan alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain:
1. Siapa diri saya?
2. Pada masyarakat apa saya berada?
3. Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa?
4. Apa artinya menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia?
5. Bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu?

Sumber Bacaan :
Moedjanto, G. (2003). “Social Sciences” dan “Social Studies”. Tersedia di http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/26/opini/308670.htm. Diakses tanggal 25 April 2005.

Hidayati. Mujinem & Anwar Senen. 2008. Pengembangan Pendidikan IPS SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Nursid Sumaatmadja. (2006). Konsep dasar IPS. Jakarta : UT

Saidihardjo & Sumadi HS. (1996). Konsep dasar Ilmu pengetahuan Sosial. (Buku 1). Yogyakarta : FIP IKIP.

Leave a comment

Filed under Uncategorized