Konsep Waktu, Perubahan dan Kebudayaan

WAKTU
 PENGERTIAN SEJARAH
 GUNA SEJARAH
 TUGAS SEJARAH BERKAITAN DENGAN WAKTU

KONSEP PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 PENGERTIAN
 FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 FAKTOR – FAKTOR PENOLAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

KONSEP KEBUDAYAAN
 PENGERTIAN
 UNSUR – UNSUR
 WUJUD KEBUDAYAAN

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab “Syajara”, artinya terjadi. Sedangkan kata “Syajaratun” artinya pohon kayu yang terus menerus tumbuh dari bumi ke udara yang mempunyai cabang, dahan, dan daun, bunga serta buah.

Menurut Muhammad Yahmin di dalam kata sejarah tersirat makna pertumbuhan atau kejadian. Secara etimologis makna kata sejarah adalah tumbuh, hidup, berkembang, dan bergerak terus menerus dan akan berjalan terus sepanjang masa.Selain kata sejarah dalam bahasa Arab ada kata-kata yang artinya hampir sama yaitu kata “silsilah” yang pada umumnya menunjuk pada keluarga. Misalnya, prasasti Kedu menceritakan silsilah raja-raja Mataram Kuno (Hindu). Kata “kisah” dalam bahasa Arab menunjuk pada masa lampau yang merupakan cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi, misalnya kisah Nabi Nuh dengan perahunya.

Dalam bahasa Belanda yaitu “geschiedenis” (dari kata geschieden yang berarti terjadi). Dalam bahasa Jerman “geschichte” (dari kata geschiehen yang berarti terjadi). Dalam bahasa Inggris “history” (berasal dari bahasa Yunani historia yang berarti apa yang diketahui karena penyelidikan) atau mengandung arti belajar dengan cara bertanya.

Menurut Aristoteles seorang filsuf Yunani kata historia berarti penelaahan secara sistematis mengenai seperangkat gejala alam tanpa mempersoalkan susunan kronologisnya.

 Menurut Ismaun, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan tentang rangkaian kejadian yang berkausalitas pada masyarakat dengan segala aspeknya serta proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sampai sekarang yang berguna bagi pedoman kehidupan masyarakat masa sekarang serta sebagai arah cita-cita masa depan.
 Menurut Muhammad Yamin, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang pada umumnya berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda lain.
 James Bank, sejarah adalah semua peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang (tujuan-tujuan baru pendidikan sejarah).

Menurut Kuntowijoyo, sejarah dapat diartikan dua macam yaitu:
a. Sejarah dalam arti negatif
b. Sejarah dalam arti positif

SEJARAH DALAM ARTI NEGATIF
1) Sejarah itu bukan mitos
2) Sejarah itu bukan filsafat
3) Sejarah bukan ilmu alam
4) Sejarah itu bukan sastra

B. SEJARAH DALAM ARTI POSITIF
 Sejarah adalah ilmu tentang manusia
 Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
 Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya, dan terencana.
 Sejarah adalah imu tentang waktu

GUNA SEJARAH
 guna intrinsik dan
 guna ekstrinsik.

GUNA INTRINSIK TERDIRI ATAS:
 Sejarah sebagai ilmu
 Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
 Sejarah sebagai pernyataan pendapat

GUNA EKSTRINSIK
 Pendidikan moral
 Sejarah sebagai pendidikan perubahan
 Sejarah sebagai pendidikan keindahan

TUGAS SEJARAH BERKAITAN DENGAN WAKTU
Karena dalam sejarah dipelajari bagaimana manusia berinteraksi sepanjang waktu yang dialaminya. Dalam sejarah misalnya, dikenal periodisasi

 Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mencakup semua unsur kebudayaan, misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain-laintermasuk perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial.
 Menurut Taylor, mengemukakan bahwa kebudayaan adalah suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, norma, hukum, adat istiadat serta kebiasaan dari manusia sebagai warga masyarakat. Perubahan kebudayaan adalah setiap perubahan dari semua unsur kebudayaan tersebut.
 Menurut Gillin dan Gillin, mengatakan bahwa perubahan sosial budaya merupakan variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
 Selo Sumardjan, perubahan sosial budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya terjadi secara terus menerus dari dahulu, sekarang, dan di masa yang akan datang. Perubahan sosial budaya tidak dapat dipisahkan, karena kebudayaan berasal dari masyarakat dan masyarakat tidak mungkin tanpa adanya kebudayaan.

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA FAKTOR INTERNAL
 Bertambah dan berkurang penduduk
 Penemuan-penemuan baru
 Pertentangan (konflik) dalam masyarakat

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA FAKTOR EKSTERNAL
 Lingkungan fisik
 Peperangan
 Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MASYARAKAT MENOLAK ADANYA PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
 Masyarakat merasa ragu-ragu, atau curiga terhadap sesuatu hal yang baru yang dianggap sebagai sesuatu hal yang bersifat negatif.
 Kurangnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat terhadap sesuatu yang baru tersebut, sehingga mereka menolak.
 adanya kecenderungan untuk tetap menyukai, memelihara sesuatu hal yang lama membuat inovasi terhalang

Kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta “buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari “buddh”i yang berarti budi atau akal. Dengan demikian secara sederhana kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal (Koentjaraningrat, 1979:195).
Dalam bahasa asing lainnya terdapat kata culture merupakan bahasa Inggris, cultuur dalam bahasa Belanda, kultur dalam bahasa jerman yang semuanya itu sama artinya dengan kebudayaan.

Kata-kata itu berasal dari kata Latin “colere” yang mempunyai arti mengolah, mengerjakan, terutama mengolah tanah atau bertani.

Berdasarkan kata-kata tersebut, maka kebudayaan adalah segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan merubah alam guna memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

 Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan itu keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
 Menurut Ki Hadjar Dewantara, Kebudayaan berarti buah budi manusia yaitu hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai tantangan dalam hidup dan penghidupannya, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
 Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas, sebab semua perilaku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk di dalamnya perasaan, karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran.
 Menurut C. A. van Peursen, mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang berlainan dengan hewan, maka manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah alam. Oleh karena itu, untuk dapat hidup manusia harus mengubah segala sesuatu yang telah disediakan oleh

SECARA UMUM JUGA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA KEBUDAYAAN MEMPUNYAI CIRI-CIRI
SEBAGAI BERIKUT:

 kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat;
 kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi secara non genetis, tetapi diperoleh manusia melalui proses belajar;
 kebendaan kebudayaan dapat berupa gagasan, tindakan, dan hasil karya yang berbentuk material;
 kebudayaan sifatnya dinamis;
 kebudayaan dibutuhkan oleh manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
(CLYDE KLUCKHOHN ADA TUJUH UNSUR KEBUDAYAAN YANG UNIVERSAL)
 Bahasa
 Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia atau sistem teknologi
 Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi
 Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial atau sistem sosial
 Sistem pengetahuan
 Sistem religi (kepercayaan)
 Sistem kesenian

WUJUD KEBUDAYAAN
 Sistem budaya (cultural system)
 Sistem sosial (social system)
 Berupa kebudayaan fisik

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s